Pameran Nahdlatut Turots di Muktamar ke-35 NU Jombang Tampilkan Ratusan Manuskrip Kuno Ulama Nusantara

Daftar Isi
Pengunjung menyaksikan koleksi manuskrip pesantren pada Pameran dan Klinik Turots dalam gelaran Muktamar ke-35 NU di Jombang, 29 Agustus 2026.


JOMBANG, NAHNU.ID | Serambi Nahdliyin NU – Organisasi Nahdlatut Turots menyelenggarakan Pameran dan Klinik Turots yang memamerkan ratusan manuskrip kuno asli karya ulama Nusantara dalam rangkaian perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 ini menampilkan berbagai koleksi bersejarah, termasuk manuskrip asli dari sekitar tahun 1870-an karya mahaguru ulama Nusantara, Syekh Muhammad Saleh Darat dari Semarang.

Wakil Ketua Nahdlatut Turots, Nanal Ainal Fauz, menjelaskan bahwa pameran ini menyuguhkan berbagai koleksi bersejarah, mulai dari linimasa Muktamar NU dari masa ke masa hingga profil para Rais Aam dan Ketua Umum PBNU terdahulu. Selain itu, terdapat ratusan kitab yang dipamerkan baik berupa manuskrip tulis tangan maupun cetakan lawas.

"Ada ratusan kitab yang kami tampilkan, baik dalam bentuk manuskrip tangan maupun cetakan lawas," ujar Nanal Ainal Fauz. Koleksi tersebut mencakup kitab-kitab yang dicetak di dalam negeri maupun luar negeri, seperti dari Mesir, Makkah, Mumbai, hingga Singapura.

Pameran ini membawa misi besar untuk membangkitkan gairah para pendidik dan ulama dalam mengkaji serta melestarikan karya-karya lokal. Nanal menekankan pentingnya penguatan basis ilmu sesuai manhaj para pendahulu (aslafun sholihun) dalam kepengurusan NU ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Nanal mengutip pesan dari Kiai Afifuddin Muhajir bahwa tidak ada kebangkitan ulama (Nahdlatul Ulama) tanpa kebangkitan literatur klasiknya (Nahdlatut Turots). 

Sejak berdiri pada tahun 2021 di Bangkalan, Nahdlatut Turots terus bergerak menyatukan para pegiat turots dari berbagai daerah dan pesantren untuk melakukan digitalisasi, pentashihan, hingga pencetakan ulang karya-karya ulama nusantara.

Kehadiran pameran ini mendapat apresiasi tinggi dari para pengunjung. Siti Muklisatul Muhimah, seorang santri dari PP Bahrul Ulum, mengaku terkesan karena pameran ini mengingatkannya pada ketulusan dakwah ulama zaman dahulu. Menurutnya, di tengah hiruk-pikuk isu elite, keberadaan koleksi kitab-kitab kuno ini menjadi pengingat agar santri tetap fokus pada syiar agama yang ikhlas.

Apresiasi senada juga diungkapkan oleh Faiqotun Nihlah, seorang mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab dari Unwaha Tambakberas. Ia menyatakan bahwa pameran ini berhasil mengembalikan sisi autentik pesantren di tengah arus modernisasi. Baginya, melihat naskah-naskah kuno tersebut memberikan rasa spesial tersendiri dalam rangkaian Muktamar kali ini.[]

Posting Komentar