Semarakkan Muktamar ke-35 NU, Tiga Seniman Pamerkan 100 Lukisan Tokoh dan Kaligrafi di Jombang

Daftar Isi
Pengunjung menikmati pameran lukisan tokoh dan kaligrafi dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang.


JOMBANG, NAHNU.ID | Serambi Nahdliyin NU – Sebanyak kurang lebih 100 lukisan karya seniman Nahdlatul Ulama (NU) dipamerkan dalam perhelatan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, guna menghadirkan atmosfer spiritual dan kesejukan di tengah dinamika organisasi.

Pameran seni lukis yang menampilkan visualisasi para tokoh pendiri NU dan para masyayikh ini berlangsung selama pelaksanaan muktamar, mulai Kamis (27/8/2026) hingga Senin (31/8/2026).

Kegiatan pameran seni rupa ini difasilitasi langsung oleh keluarga besar Pondok Pesantren Tambakberas. Seluruh karya yang dipamerkan merupakan hasil buatan tangan (handmade) murni dan bukan hasil cetakan (printing). 

Pameran ini menampilkan karya dari tiga seniman yang memiliki latar belakang kuat di lingkungan NU, yaitu Kholison Syafei, J. Hasnanto, dan Pak Rianto. 

Beberapa lukisan bahkan dibuat secara khusus untuk menyambut perhelatan muktamar kali ini, salah satunya lukisan dengan latar belakang ikonik Masjid dan Menara Tambakberas.

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah sekaligus salah satu seniman pameran, Kholison Syafei, mengungkapkan bahwa kehadiran lukisan para tokoh pendiri dan masyayikh ini bertujuan untuk mengingatkan para peserta muktamar (muktamirin) akan visi dan tujuan awal pendirian organisasi.

"Kita ingin sekali peserta berkontribusi untuk meramaikan Muktamar yang ke-35 ini. Dengan menghadirkan foto-foto masyayikh, kita berharap bisa mengingatkan bahwa NU didirikan dengan visi dan tujuan yang jelas," ujar Kholison dalam keterangannya.

Selain sebagai pengingat sejarah, Kholison menjelaskan bahwa pameran ini bertujuan untuk memotivasi generasi muda Nahdliyin bahwa seniman dari kalangan NU memiliki kualitas karya yang bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Karya-karya lukisan yang dipajang dalam pameran ini ditawarkan dengan harga variatif, berkisar mulai dari Rp10 juta hingga Rp50 juta. 

Selain metode penjualan langsung di lokasi, pihak panitia pameran juga menyediakan sistem lelang online khusus untuk 10 lukisan pilihan dengan menggunakan sistem kode batang (barcode). Hingga saat ini, sejumlah tokoh dilaporkan telah ikut memberikan penawaran (bidding) dalam sistem lelang tersebut.

Melalui visualisasi wajah kiai dan para sesepuh NU tersebut, para seniman berharap pameran ini dapat membawa pesan kesejukan di tengah dinamika persidangan muktamar.

Kholison menegaskan bahwa kehadiran visualisasi para masyayikh diharapkan dapat mendampingi jalannya musyawarah agar tetap berjalan pada jalur yang semestinya.

"Harapan kita Muktamar ini bisa sejuk. Kita ingin menghadirkan para masyayikh lewat visualisasi lukisan agar seakan-akan benar-masing mengawal para mutamirin, sehingga nanti bisa happy ending dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk NU ke depan," kata Kholison.***


Posting Komentar