Tampilkan Kemampuan di Semarang, 13 Qori-Qoriah Remaja Awali Babak Penyisihan Qira’at Murattal MTQ Nasional 2026

Daftar Isi

Babak penyisihan Qira'at Murattal Remaja MTQ Nasional XXXI 2026 di Masjid Raya Baiturrahman, Semarang, Kamis (17/9/2026). (Foto: Nenva Sandi Narendra)

SEMARANG – Suasana penuh khidmat dan keagungan Al-Qur'an mewarnai Aula Masjid Raya Baiturrahman, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (17/9/2026). Di tempat ini, gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 untuk cabang Qira’at Al-Qur’an Golongan Qira’at Murattal Remaja memasuki babak penyisihan yang berlangsung dengan penuh sportivitas. Kegiatan yang dimulai pada hari kamis dihadiri langsung oleh jajaran majelis hakim, para peserta dari berbagai daerah, pelatih, serta para official. Kehadiran seluruh pihak tersebut menjadi kehormatan sekaligus penyemangat tersendiri bagi suksesnya penyelenggaraan musabaqah yang menjunjung tinggi nilai-nilai suci Al-Qur'an.

Pada babak penyisihan kali ini, sebanyak 13 peserta yang terdiri dari 6 qori dan 7 qoriah tampil memberikan kebolehan terbaik mereka di hadapan dewan hakim. Penampilan para remaja ini dinilai secara cermat oleh majelis hakim yang bertugas.

Adapun jajaran dewan hakim yang bertugas pada cabang Qira’at Murattal Remaja meliputi Dr. H. Sofyan Hadi Musa, S.Q., M.A. (selaku Ketua Majelis Hakim), H. Marzuki Alfathiri, S.Ag., dan H. Jafar Hasibuan, S.Pd.I.

Untuk penilaian bidang Fashahah dan Farsyul Huruf, dipercayakan kepada Prof. Dr. H. Khoirulnas Jamal, M.A., Dr. Husein Nasir, SQ., S.Th.I., M.Ag., dan Dr. H. Khoirumman, M.Pd.I. Sementara itu, bidang irama dan suara dinilai oleh H. M. Rohani, H. Alwin Rantoma, S.Ag., M.Si., serta Hj. Sri Subahiyah Dzhannun, S.Ag. Seluruh jalannya persidangan dan penilaian didampingi oleh tim panitera yang terdiri dari Cahyo Triatmanto dan Andri Purwito.

Antusiasme luar biasa terpancar dari para peserta yang hadir mewakili provinsi masing-masing. Peserta asal DKI Jakarta, Muhammad Miftah Faridl, membagikan pengalamannya mengenai panjangnya proses persiapan yang dilalui sebelum akhirnya bisa berlaga di tingkat nasional.

"Tentunya banyak persiapan yang dilewati, terutama kami di Jakarta itu melalui MTQ tingkat provinsi terlebih dahulu, lalu di seleksi TC mobile, try out, hingga TC full selama kurang lebih satu bulan menjelang MTQ tingkat nasional," ujar Miftah.

Ia juga menyampaikan rasa senangnya atas sambutan hangat warga lokal. "Alhamdulillah luar biasa senang, happy ,Warga Kota Semarang luar biasa ramah ya, Jawa Tengah khususnya. Meskipun cuacanya agak panas, itu nggak mengurangi semangat kami untuk syiar Al-Qur'an di Kota Semarang. Harapan kami yang penting bisa menampilkan yang terbaik, secara maksimal, dan urusan hasil nanti kita serahkan sama Allah SWT," tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, peserta asal Sumatera Selatan dari cabang Qira'at Murattal Remaja, Raja Jiharka Arriva, mengungkapkan rasa bangganya bisa melangkah hingga tingkat nasional.

"Alhamdulillah persiapannya sangat luar biasa, yang pastinya usaha, berdoa, konsisten, dan jangan lupa salat tepat waktu," kata Raja.

Ia menekankan pentingnya dukungan dari lingkungan terdekat. "Kesan pertama ya sangat bangga dan alhamdulillah bisa sampai di tingkat nasional ini. Yang pastinya minta doa restu orang tua dan guru-guru. Untuk target sebenarnya enggak ada, tapi kalau untuk tampil maksimal dan lancar, alhamdulillah itu ada," ungkapnya.

Rasa haru dan syukur juga diungkapkan oleh Noviyanti, peserta utusan Kafilah Papua Barat yang berlaga di cabang Qira'at Sab'ah Murattal Remaja. Ia mengaku sempat meneteskan air mata menjelang keberangkatannya.

"Hari sebelum berangkat itu nangis mulu karena terharu, enggak nyangka bisa ada di sini, ya Allah," ujar Noviyanti dengan mata berbinar.

Bagi Noviyanti, ajang MTQ Nasional ini menjadi sarana belajar yang sangat berharga. "Targetnya sih biar jadi pelajaran aja, biar lebih baik lagi, biar bisa tahu kalau yang bisa tuh bukan cuma saya aja ya, banyak. Jadi biar bisa lebih belajar lagi dan merasa haus ilmu. Pokoknya kalau mau ikut MTQ jangan pernah berhenti belajar sama berdoa, itu penting banget," ujarnya

Kelancaran dan kesuksesan ajang ini pun mendapat apresiasi tinggi dari para pendamping kafilah. Muhammad Zaen Tanggung, perwakilan pendamping Kafilah Sulawesi Utara yang memboyong total 32 peserta, menyatakan kepuasannya terhadap pelayanan panitia di Kota Semarang.

"Penyelenggaraan MTQ di Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, sungguh luar biasa dan baik. Dari sisi pelayanan semua baik, kami kafilah tentu merasa bangga dan cukup puas atas apa yang diberikan kepada kami dari berbagai hal," ujar Zaen.

Ia juga memuji kesiapan panitia lokal di lapangan. "Persiapan kita tentu cukup baik karena kita terhubung dengan Liaison Officer (LO) yang memfasilitasi kita. LO di kita itu setiap saat standby tidak ada yang terlewatkan, semua jadwal tepat dan tidak ada yang terlambat. LO-nya sungguh luar biasa," puji Zaen mendalam.



Reporter :putri Sahara

Editor :Nenva Sandi Narendra 

Posting Komentar