Tiba di Semarang, 71 Anggota Kafilah Papua Barat Daya Siap Berlaga di MTQ Nasional XXXI
Daftar Isi
Salah satu bentuk penerimaan yang menarik perhatian peserta yakni pengalungan selendang rajut khas Jepara sebagai simbol keramahan dan keakraban tuan rumah.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum LPTQ Papua Barat Daya, Abu Bakar Alhamid, menilai rombongan yang dipimpinnya diterima dengan penuh antusias serta suasana kekeluargaan oleh pemprov di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi.
“Kami sangat memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Semarang, yang telah menyambut kami dengan penuh antusias,” ujar Abu Bakar Alhamid.
Abu Bakar mengungkapkan bahwa hubungan antara masyarakat Jawa dan Papua selama ini terjalin cukup erat, di mana banyak warga asal Jawa bermukim dan hidup berdampingan di Papua Barat Daya. Menurutnya, ikatan sejarah dan sosial tersebut menjadikan hubungan kedua daerah terasa hangat.
“Jawa Tengah itu seperti saudara sendiri. Orang-orang Jawa yang ada di Papua Barat Daya punya ikatan kekeluargaan, dan bersama-sama membangun Papua Barat Daya,” katanya.
Pada gelaran MTQ Nasional XXXI kali ini, Kafilah Papua Barat Daya mengutus sebanyak 71 orang. Kehadiran mereka tidak hanya berfokus pada raihan prestasi, melainkan juga mengusung misi membumikan nilai-nilai Al-Qur’an serta memperkuat solidaritas keagamaan.
Dari jajaran peserta, persiapan matang telah dilakukan oleh Sarah Yunita yang turun di cabang tilawah dewasa putri. Ia mengaku telah menjalani pemusatan latihan (training center) selama kurang lebih satu bulan dengan menjaga pola makan, pola hidup, serta berolahraga demi menjaga kualitas suara.
“Latihannya biasanya habis Subuh dan habis Magrib. Selain itu saya juga menjaga makan dan pola hidup,” ujar Sarah.
Sarah mengaku gembira dapat berkunjung ke Semarang untuk pertama kalinya, sekaligus penasaran untuk mencicipi kuliner khas daerah setempat di sela agenda kompetisi. Meski demikian, fokus utamanya tetap tertuju pada persiapan perlombaan.
“Kalau sudah sampai sini berarti harus siap untuk lomba dan terus latihan untuk maju ke mimbar tilawah,” katanya.[]
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum LPTQ Papua Barat Daya, Abu Bakar Alhamid, menilai rombongan yang dipimpinnya diterima dengan penuh antusias serta suasana kekeluargaan oleh pemprov di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi.
“Kami sangat memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Semarang, yang telah menyambut kami dengan penuh antusias,” ujar Abu Bakar Alhamid.
Abu Bakar mengungkapkan bahwa hubungan antara masyarakat Jawa dan Papua selama ini terjalin cukup erat, di mana banyak warga asal Jawa bermukim dan hidup berdampingan di Papua Barat Daya. Menurutnya, ikatan sejarah dan sosial tersebut menjadikan hubungan kedua daerah terasa hangat.
“Jawa Tengah itu seperti saudara sendiri. Orang-orang Jawa yang ada di Papua Barat Daya punya ikatan kekeluargaan, dan bersama-sama membangun Papua Barat Daya,” katanya.
Pada gelaran MTQ Nasional XXXI kali ini, Kafilah Papua Barat Daya mengutus sebanyak 71 orang. Kehadiran mereka tidak hanya berfokus pada raihan prestasi, melainkan juga mengusung misi membumikan nilai-nilai Al-Qur’an serta memperkuat solidaritas keagamaan.
Dari jajaran peserta, persiapan matang telah dilakukan oleh Sarah Yunita yang turun di cabang tilawah dewasa putri. Ia mengaku telah menjalani pemusatan latihan (training center) selama kurang lebih satu bulan dengan menjaga pola makan, pola hidup, serta berolahraga demi menjaga kualitas suara.
“Latihannya biasanya habis Subuh dan habis Magrib. Selain itu saya juga menjaga makan dan pola hidup,” ujar Sarah.
Sarah mengaku gembira dapat berkunjung ke Semarang untuk pertama kalinya, sekaligus penasaran untuk mencicipi kuliner khas daerah setempat di sela agenda kompetisi. Meski demikian, fokus utamanya tetap tertuju pada persiapan perlombaan.
“Kalau sudah sampai sini berarti harus siap untuk lomba dan terus latihan untuk maju ke mimbar tilawah,” katanya.[]

Posting Komentar