Ukir Sejarah Baru, Kafilah Aceh Raih Juara 1 Fahmil Qur'an Putri MTQ Nasional 2026

Daftar Isi
Raut bahagia Kayyisa, Izza, dan Azka usai berhasil meraih gelar Juara 1 Fahmil Qur'an Putri untuk Aceh. (nahnu.id/ Fatma Azzahra)

SEMARANG, NAHNU.ID | Nahdliyin Nusantara — Sorot mata ketegangan yang menyelimuti panggung Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional 2026 cabang Fahmil Qur'an Putri di Auditorium 2 Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang seketika berubah menjadi tangis haru dan rasa syukur.

Tiga peserta putri perwakilan Kafilah Provinsi Aceh—Kayyisa Farras, Izza Mushviya, dan Azka Dara Maulidya—resmi mencatatkan sejarah baru bagi daerahnya setelah berhasil meraih Juara 1 pada babak final, Jumat (18/9).

Kafilah Aceh tampil mendominasi dan mengunci kemenangan dengan raihan total 1.505 poin (nahnu.id/ Fatma Azzahra)

Sejak babak final dimulai, tim asal Aceh ini tampil mendominasi. Performa konsisten dan kecepatan dalam menjawab setiap pertanyaan membuat mereka terus memimpin perolehan nilai dengan total skor akhir 1.505 poin, mengungguli tiga tim lain di babak final.

"Ini kemenangan yang kami nantikan. Kami sangat bersyukur dan berharap Allah selalu menjaga hati kami, dan kami juga bisa membawa kebanggaan untuk Aceh," ucap Izza dengan raut bahagia didampingi dua rekannya usai babak final.

Perjuangan ketiganya untuk sampai di babak final dan menjadi Juara 1 ini bukanlah hasil yang mudah. Sejak Mei 2026, mereka telah menjalani latihan dan mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba. Setiap bulannya, mereka menjalani latihan selama 8–10 hari.

Kekompakan dan keakraban mereka di panggung final bukan tanpa alasan. Berasal dari sekolah yang sama serta kerap menjadi satu tim dalam berbagai ajang perlombaan membuat Kayyisa, Izza, dan Azka kian solid hingga hari ini.

"Kami memang dari sekolah yang sama dan sering mewakili lomba antarsekolah," ujar Azka. "Alhamdulillah, dari level kabupaten di Aceh Besar, lanjut ke provinsi, dan sekarang diberi kesempatan sampai ke tingkat nasional," susul Kayyisa.

Bertanding jauh dari kampung halaman tentu memberikan tantangan tersendiri. Sebagai satu-satunya tim asal Sumatra yang berhasil masuk ke babak final, mereka sempat merasa khawatir sejak babak semifinal.

"Pasti tantangan terbesar itu di mental. Sejak semifinal kami sudah merasa khawatir karena kami berasal dari Aceh dan harus bersaing dengan Jawa Tengah yang memang sebagai tuan rumah," tutur Izza.

Tim Fahmil Qur'an Putri Kafilah Aceh melakukan foto bersama rombongan dan pendukung usai merayakan kemenangan. (nahnu.id/ Fatma Azzahra)

Bagi Kayyisa, Izza, dan Azka, kemenangan yang mereka dapatkan tersebut ditujukan untuk seluruh pihak yang telah mendukung dan mendoakan, mulai dari keluarga, para pelatih, guru-guru, hingga masyarakat Aceh yang memberikan dukungan dari jauh.

Penulis: Fatma Azzahra Safitri dan Zuhrotun Nisa

Posting Komentar